Burn

Burn

Profile

Wednesday, December 7, 2011

Sinopsis Novel 100 jam




 Banyak yang bilang bahwa lahir pada tanggal 29 Februari adalah kutukan karena berulang tahun lebih sedikit dari pada orang lain, tapi itu tidak berlaku buat Jasmine. Tanggal 29 Februari itu ada di setiap tahun, Jasmine selalu mencantumkan tanggal kelahirannya itu dengan mencoret tanggal di awal Maret dan menggantinya dengan menulis sendiri tanggal 29 Februari.
Jasmine tinggal di Panti Kasih Putih karena dulu ia ketika baru lahir di tinggal ibunya di Stasiun Senen dan ditemukan oleh Bu Meynar sang pemilik Panti Kasih Putih lalu dibawanya pulang. Jasmine tahu betul bahwa namanya dimasukkan oleh Bu Meynar ke dalam daftar anak bandel di panti. Benar saja, karena setiap ada kegaduhan di panti selalu saja di sebabkan oleh kenakalan Jasmine.
Jasmine. Gadis kecil yang akan beranjak dewasa. 35 hari lagi Jasmine berulang tahun yang ketujuh belas. Dan Jasmine ingin mulai mencari kerja. Pulang sekolah ia langsung mencari kerja di ITC mangga dua. Tapi hasilnya NIHIL! Ketika pulang sedang hujan deras lalu ide cemerlang Jasmine tercetus untuk mengojek payung sebagai tahap awal ia berkeja karena ia belum mempunyai Ijasah SMA dan KTP.
Kini setiap hari Jasmine pulang hingga malam hari dan itu membuat Bunda Meynar marah. Dan akhirnya Bunda memberikan hukuman pada Jasmine untuk menjadi guru di sekolah kolong selama 100 jam. Dengan berat hati Jasmine menerima hukuman dari Bunda.
Jasmine tidak menyangka bahwa ia menjadi guru akan mempunyai teman-teman yang tak ia sangka sebelumnya, terutama Lili! Gadis kecil yang imut, pintar dan setia kawan dengan sahabatnya Nurul. Dan mungkin Jasmine akan menikmati hari-harinya sebagai guru sekolah kolong.
Akhirnya aktivitas Jasmine sebagai guru sekolah kolong sampai juga ke telinga Diamantya Safitri, teman sekelasnya yang selalu aja menganggap Jasmine sebagai saingannya didalam kelas. Tya pun menantang Jasmine untuk mengadu anak asuhan di les privatnya dengan anak kolong yang di ajarin Jasmine. Jasmine pun dengan mantap menyetujuinya karena ia tidak rela murid-muridnya di hina oleh Tya.
Jasmine akhirnya memilih Desi. Murid baru di sekolah kolongnya. Dia sangat pintar, tapi sayangnya harus putus sekolah karena bapaknya ketahuan korupsi dan ditangkap.
Di sela-sela aktivitasnya sebagai guru di sekolah kolong, kasih sayang tumbuh antara Arya-mahasiswa dan salah satu guru di sekolah kolong juga, Bagas-murid sekolah kolong yang jago main gitar, dan Jasmine. Tapi Bagas merasa Jasmine lebih menyukai Arya, cowok yang dari segala segi lebih baik darinya yang hanya seorang Pengamen Jalanan.
Saatnya semakin dekat. Saat buat segalanya. Ulang Tahun, kompetisinya dengan Tya, masa hukuman... semuanya mendekati akhir. Sebelum semuanya berakhir, Jasmine mengajak Arya yang tidak tau apa-apa ke puncak monas untuk melepaskan balon-balon yang berisi semua mimpi Jasmine.
Dul salah satu murid sekolah kolong mempunyai masalah dengan Babehnya. Ia merasa kurangnya perhatian orang tua terhadapnya. Dan itu membuat Dul menjadi seorang Preman yang kini bertekat untuk mengubah dirinya menjadi yang lebih baik.
Ketakutan Jasmine selama ini akhirnya terjadi, Petugas Tramtib menghampiri ia dan Arya. Petugas itu memberi tahukan bahwa wilayah sekolah kolong harus di tertibkan. Pernyataan itu membuat air mata Jasmine menetes, teringat akan segala kenangannya di sekolah kolong itu. Ia tak sanggup kalau sekolah kolong ini harus di tertibkan.
Hari kompetisi tiba! Hasil akhir skor sama. Ini membuat Jasmine bersorak gembira. Tya sekarang mulai merasakan kehangatan sekolah kolong pada saat itu. Ia merasa belum pernah merasakan kasih sayang yang teramat dalam. Dan sebelum babak penentuan dimulai, Tya meminta Novi anak didiknya untuk mengalah agar sekolah kolong ini mendapatkan sumbangan buku pelajaran, walau dengan berat hati Novi pun menurutinya dan membiarkan Desi keluar sebagaipemenang. Itu membuat Jasmine merasa bahwa Tya mempunya hati yang teramat besar, tapi sayangnya Tya masih terlalu gengsi untuk mengakuinya.
Tanggal 29 Februari yang telah dibuatnya di kalender pun tiba. Semua anak panti Kaih Putih sibuk menyiapkan persiapan pesta Ulang Tahun Jasmine yang ke-17, semuanya akan hadir, anak-anak panti, anak-anak sekolah kolong dan juga... Arya. Om Gun memberikan hadiah ulang tahun yang tak di duga oleh Jasmine. Kuliah di Malaysia dan bekerja di toko Om Gun yang berada di sana. Hadiah yang paling menakjubkan bagi Jasmine.
Tidak kalah dengan yang lain, Bagas menyiapkan hadiah sebuah sepasang sepatu dan sebuah lagu yang ia ciptakan untuk Jasmine. Tapi ketika ia akan berangkat menemui Dul untuk berangkat bersama, tiba-tiba ada masalah menghampirinya, mau tak mau Bagas harus mengatasinya sebelum ia pergi ke pesta ulang tahun Jasmine, cewek yang sangat ia sayangi.
Sudah lima bulan Jasmine tinggal di Kualalumpur, Malaysia. Tapi ia merasakan kangen yang amat luar biasa terhadap semuar orang yang ada di Jakarta. Akhirnya ia memutuskan untuk kembalike Jakarta dan kuliah di UI, dan kini Jasmine bekerja di sebuah gerai makanan cepat saji di Pasaraya Grande Blok M dan masih tinggal di Panti, ia berniat untuk ngekos di depok jika ia sudah merasa mapan.
Semua orang yang di sayangi oleh Jasmine kini menemukan impian mereka masing-masing. Arya kini bekerja di kantor konsultan dan tidak aktif lagi mengurus sekolah kolong. Bunda yang akhirnyamenikah dengan Om Gun. Bagas yang kini sukses dengan Band barunya di Bali dan cukup terkenal. Dul yang mulai memperbaiki dirinya dengan mencari pekerjaan yang halal yaitu kenek metromini. Tya yang akhirnya menuruti kemauan mamanya untuk sekolah dikedokteran, walau ia merasa iri dengan kebebasan yang dimiliki Jasmine. Lili dan Nurul yang kini berdamai dengan Bejo Ingus dan tetap bersekolah di sekolah kolong yang kini bernama Sekolah Harapan Bangsa. Dan Febri yang menjadi tenaga sukarelawan di Sekolah Harapan Bangsadan bertekad akan mencari orangtua kandungnya suatu hari nanti.


No comments: